Beranda DAERAH Sempurna Negeriku

Sempurna Negeriku

113
BERBAGI

Oleh: Yusmarun Hi Abd. Latif

Hai tuan!
Tahukah engkau? Negriku begitu kaya,
Ya, cukup kaya untuk digerogoti para pemimpinku.
Hai tuan!
Tahukah engkau? Warisan leluhurku begitu melimpah. Ya, melimpah-ruah hingga para tetangga-tetangga negeri ini, bahkan yang tak kukenal sekalipun datang untuk mencongkel habis warisan leluhurku.

Tahukah engkau tuan? Begitu banyak orang bijak di negeri ini, tapi mereka terlalu sibuk berlempar kebijakan, bahkan saling menasehati sesama mereka, hingga mereka lupa akan lubang busuk di punggung mereka sendiri.
Negriku begitu tentram, aman dari ancaman negeri seberang, mengapa tuan? karena mereka terlampau asyik memperkosa alam ku yang hijau tiada jarak.

Betapa beruntungnya orang – orang penghuni negeri ini, karena mereka tidak perlu bersusah payah bekerja membangun negeri ini, semua telah diatur “katanya”, diatur, dirancang dan dikekang oleh penguasa dari negeri-negeri antah berantah.

Betapa lucunya negriku tuan, negeri yang dihuni oleh para aktor dan pemain peran, sang aktor begitu lihai mengalihkan perhatian kami pada teater fiktif-nya, selagi kawannya secara tenang memainkan peran manipulasi kesempurnaan nageri ini.

Sebuah tembok kuasa nan perkasa diletakkan diantara pemimpinku dengan saudara-saudaraku, Hingga pemimpinku terlalu buta melihat realita duka yang menerpaku.
Negeriku terlalu suram tuan, begitu suram hingga tak sanggup kuceritakan padamu.
Hijau hutanku, biru lautku, bahagia kaumku, semua itu hanyalah satu diantara banyaknya karangan-karangan terbaik yang mereka beritakan kepadamu hai tuan.Tak ada yang bisa tuan lakukan. Lagi, semua telah diatur.

Sudahkah tuan dengar mitos bom waktu yang ada di negriku? Itulah satu-satunya fakta yang mereka beritakan kepada tuan. Cepat atau lambat kami akan terkapar pada tepian krisis kemanusiaan.

Cepat atau lambat kami akan jatuh tersungkur di kaki pemimpin kami. Bahagia lah mereka yang hidup di negeri gersang, yang tak pernah mengetahui kekayaan alam di negeri mereka.
Pergilah hai tuan, beritakan pada kaummu tentang kekayaan negriku ini.