Beranda DAERAH PT. ESL Resahkan Nelayan Patani Kab. Halteng, uang Koperasi Rp.360 Juta Tidak...

PT. ESL Resahkan Nelayan Patani Kab. Halteng, uang Koperasi Rp.360 Juta Tidak Diberikan

96
BERBAGI

WEDA – Sudah lama beroperasi di perairan laut Kabupaten Halmahera Tengah Kecamatan Patani, PT. Etmico Sarana Laut bitung yang direkturnya bernama Etty Rompys, yang telah mengambil hasil laut Halmahera Tengah sebanyak 6000 ton dalam 1 tahun yang terdiri dari 8.500 ekor Ikan Tuna.

Akibat perbuatan yang lakukan oleh PT. Etmico Sarana Laut membuat sejumlah masyarakat Patani pun merasa di rugikan, Pasalnya harga ikan tidak bisa di buktikan dengan nota-nota dari perusahan malah perusahan tersebut lebih mengutamakan nelayan warga asing (WNA-red) ketimbang nelayan lokal di Kabupaten Halmahera Tengah.

Selain itu juga nelayan Kecamatan Patani juga merasa dirugikan oleh PT. ESL karena pemotogan uang koperasi sebanyak Rp.360 juta tidak diberikan kepada nelayan yang bekerja selama 1 tahun ini.

Etty Rompis sebagai penanggung jawab perusahan tidak bisa menjelaskan kepada nelayan secara detail terkait dengan uang tersebut dikemanakan, entah pergunakan untuk kepentingan perusahan atau apa.

Ketua koperasi nelayan Mandiri Sejahtera Rahman Ancip, ia menyampaikan menyampaikan bahwa nelayan Patani meminta agar pemotongan uang yang dilakukan oleh PT. Etmico Sarana Laut agar segera dikembalikan,” pengembalian pemotongan uang koprasi nelayan Mandiri sejahtera” ungkapnya.

Sekedar diketahui kedua kapal milik PT.ESL salah satunya adalah KM. LUKI 08 yang bermuat 120 ekor ikan dan KM. M REJEKI 02 yang bermuatan 400 ekor ikan jadi total ikan sebanyak 520 ekor perbulan, Namun sampai sejauh ini kedua kapal tersebut belum memiliki status izin berlayar, maka akan merugikan daerah ratusan juta, hal tersebut di karenakan PT. ESL bitung tidak pernah membayar pajak ke Provinsi Maluku.

Etty Rompis selaku Direktur Utama PT.ESL bitung dikonfirmasi wartawan Media Online kabardaerah.com Liputan Halteng melalui Via Telephone dan pesan singkat (sms-red) agar meminta tanggapan namun sampai sejauh ini tak ada tanggapan.

Di tempat terpisah, Massa tergabung dalam Jaga Jokowi menyambangi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Gambir Jakarta Pusat kemarin.

Mereka mendesak agar Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti itu memanggil PT. Etmico Sarana Laut (ESL) Kota Bitung yang diduga mempekerjakan Warga Negara Asing (WNA) tanpa dokumen.

“Kami minta agar Bu Susi memanggil pimpinan PT. ESL karena diduga mempekerjakan dan menampung WNA ilegal,” tegas Sekjen Jaga Jokowi Anyonk.

Selain itu, Anyonk meminta agar Mabes Polri maupun Imigrasi untuk memeriksa pimpinan perusahaan tersebut. Sebab menurut Anyonk ada imigran gelap yang tinggal di Maluku Utara tersebut dibawah naungan PT ESL.

“Jika terbukti, kami minta agar pemerintah mencabut izin PT.ESL dan memeriksa pihak-pihak yang bertanggung jawab di perusahaan tersebut,” pungkasnya.

Dirinya menyayangkan jika tindakan yang dilakukan oleh PT. ESL tersebut tidak terdeteksi oleh pemerintahan Jokowi.

Reporter: Afandi Musei