Beranda DAERAH Kehilangan Subuh di Malam Kedelapan

Kehilangan Subuh di Malam Kedelapan

98
BERBAGI

 

Oleh : NAFA

Nafasku tak sempat hembuskan kehangatan
Kata tak jua sepatah ku utarakan
Mimpiku masih berbasah, tentangmu dan bahagia kita diwaktu besok

Saat sadarku belum pulih
Kau bagai Ilalang ku rabah dalam ramang kerongkongan fajar
Isyarat pun enggan kudapat, kau berlalu lalang selagi kantukku belum sempat kubasuh
Duka bernanah bergejolak, sekejab hilang dari pandang.

Tiada pesan bertuliskan namamu
Tiada peluk kau titipkan kepundakku
Kau tuangkan beban berkecamuk
Diambang subuh tempat orang-orang suci menunaikan kewajiban

Nodakah salam itu terluang padaku ?
Hinakah peluk itu mendarat ke tubuhku ?
Sedang disini harapku membuncah
Kau sisakan kisah pincang yang rumit kupuisikan.

Larik-larik kata sulit tercurahkan
Secercah pinta tintaku dan kertas polos itu dapat melukis cinta
Pada kita yang tak sempat bersua dalam lantunan adzan
Juga pada lantunan dzikir sebagai tanda syukur kumunajatkan
Bersamaan ayat-ayat suci dilafadzkan
Semesta seakan memberi syahwat yang samar kubaca.

Suara-suara merdu memujaNya diperdengarkan
Tetiba kau tak membekas, hilang tak berjejak
Kau torehkan bayang yang sulit kuterawang
Nalarku benar-benar lumpuh di pintu Subuh
Aku kian dililit kehilangan
Menangis bersama kabut subuh yang menelanmu di malam kedelapan itu

Pergimu menaruh tanya tak berjawab
Pergimu memberi kesan membingungkan
Padahal kau begitu kudamba dalam pencaharianku sebagai seorang hamba.

Ternate, 15 April 2018