Beranda DAERAH Anka Lipa Desak Bupati Halbar dan Pimpinan DPRD Jelaskan Terkait Urgensi...

Anka Lipa Desak Bupati Halbar dan Pimpinan DPRD Jelaskan Terkait Urgensi Keuangan Daerah

45
BERBAGI
Massa aksi Anka Lipa

JAILOLO – Aliansi Anti Korupsi Peduli Pinjaman (Anka Lipa) Kabupaten Halmahera Barat menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Halmahera Barat sekitar Pukul 10:00 WIT. Senin (16/04).

Massa Demonstrasi yang datang dengan satu unit mobil pic-up berwarna hitam dilengkapi dengan pengeras suara yang berjumlah kurang lebih 30 orang .

Kordinator Lapangan Masri Hamza dalam orasi menyampaikan,” jadi torang putra daerah Halbar ini hanya di perbudak saja di suruh ini di suruh itu, uang daerah habis orang china makan, uang Daerah habis capitalis raksasa makan, dan rata-rata yang kaya Bupati dan wakil Bupati Pe Keluarga lalu yang lain”.teriak Hamza dalam orasinya.

Lanjut dia, tidak ada penyampaian pembangunan terkait dengan Pinjaman Rp.150 Miliar itu, semestinya pinjaman Rp.150 Miliar itu, dirasakan oleh orang- orang yang ada di Desa Tuakara sampai dengan Jailolo Rioribati.” tapi apa yang torang dapatkan tidak ada apa-apa, Bupati Munafik, Wakil Bupati juga sama”,Kesalnya.

Dirinya juga menambahkan,” Pinjaman sebesar Rp.150 Miliar ini hanya digunakan buat Bupati punya Orang-orang saja, dan Kalau pinjaman Rp.150 itu kalian (Putra Daeray Halbar-Red) bela Berarti kalian sama saja dengan Bupati Danny Missy, sama-sama Munafik,” tambahnya.

Terpisah, Negosiator Masa Aksi Afandi Hj.Kader Alias Andi Rese dalam orasinya juga menyampaikan,” Pinjaman Rp.150 Miliar di Bank BPD Jailolo, Ini dianggarkan pada APBD 2018, Namun pada Oktober 2017, anggaran so cair. Artinya, pencairan Anggaran, telah mendahului pengesahan APBD 2018 pada Desember lalu. Pencairan di Oktober tidak jelas peruntukannya” ungkapnya.

Tidak hanya itu, rencana pinjaman Rp.150 Miliar ini juga tidak sesuai mekanisme.” Dikarenakan rencana pembahasan pinjaman saat pembahasan di Dewan, tidak melalui komisi, tetapi langsung ke Banggar. Pembahasan tidak melalui komisi berindikasi dan mengarah ke suap” pungkasnya.

Selain itu Massa juga menyampaikan pernyataan sikap,” Mendesak Bupati dan Pimpinan DPRD segera menjelaskan se-urgensi apa Keuangan Daerah, sehingga melakukan pinjaman, dan Masyarakat segera bentuk Pengadilan Rakyat untuk mengadili oknum – oknum yang terlibat dalam Pinjaman Rp.150 Miliar sebagai respon terhadap ketidakadilan yang berlangsung” sikapnya.

 

Reporter: zulfikar saman