Beranda DAERAH Bawaslu Malut Diduga Tutupi Sejumlah Pelanggaran Di Tiga Kabupaten

Bawaslu Malut Diduga Tutupi Sejumlah Pelanggaran Di Tiga Kabupaten

200
BERBAGI
Ketua DPD PDI-Perjuangan Maluku Utara Muhammad Sinen

SOFIFI – Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) Provinsi Maluku Utara (Malut), diduga menutupi sejumlah pelanggaran Pemilu yang terjadi di tiga (3) Kabupaten/Kota di Provinsi Maluku Utara. Bagaimana tidak, seperti yang terjadi di Kabupaten Pulau Morotai, Kabupaten Taliabu dan Kepulauan Sula masif dan terstruktrur.” Tetapi hal itu pihak Bawaslu dan KPU tidak ingin mengumumkan, terkesan menutupi sejumlah pelanggaran yang terjadi” Ungkap Koordinator Tim Pemenangan AGK-YA, Muhammad Sinen, kepada sejumlah wartawan di kediamannya di Kota Sofifi. Sabtu (7/7) sore tadi.

Menurut Muhammad Sinen, hasil keputusan sidang pleno rekapitulasi KPU yang memutuskan kemenangan AHM-RIVAI belum merupakan suatu keputusan final. Sebab kemenangan itu tidak mencukupi 2 persen selisihnya 1 persen. Maka dari itu kami akan membawa keputusan ini ke Mahkamah Konstitusi (MK) karena ini wajib.

“Memang ada sejumlah bukti pelanggaran yang kami miliki dan itu kami sudah siap dari awal untuk ke mahkamah Konstitusi (MK).Karenanya dari KPU dan Bawaslu kami sudah tahu mereka tidak mengambil kebijakan, maka lewat mahkamah konstitusi (MK) ini merupakan jalan terakhir kami,” Ujar Muhammad Sinen.

Kata Ayah Erik, sapaan akrabnya, dari sejumlah pelanggaran dirinya meyakini Tim AGK-YA mempunyai harapan besar untuk meraih kemenangan.“ Itu karena sejumlah kecurangan – kecurangan yang terjadi di tiga Kabupaten/Kota ini sudah banyak bukti dikantongi, kemudian saksi-saksi yang sudah di karantina oleh tim hukum kami, dan ini kami siap untuk ke MK” Katanya.

Olehnya itu, ia menghimbau kepada massa pendukung AGK-YA jangan terpancing dengan suasana saat ini.” Bahkan, Tim AGK-YA juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh rakyat Maluku Utara yang sudah memberikan dukungan kepada paslon AGK-YA dalam pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Maluku Utara pada 2018 ini, dan lebih khususnya lagi kepada masyarakat Kota Tidore Kepulauan” Tutupnya.

Reporter: Anto

loading...