Beranda DAERAH Ini Bagian Tersulit Bagi Peserta Seleksi CPNS Halsel

Ini Bagian Tersulit Bagi Peserta Seleksi CPNS Halsel

897
BERBAGI
Suasana tes

LABUHA – Bagian test Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Tersulit bagi Peserta Seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2018 Halmahera Selatan yang berlangsung di aula kantor bupati, pada Senin (29/10) adalah Tes Karakteristik Pribadi (TKP)

Hal tersebut diakui oleh sejumlah peserta seleksi bahwa Tes Karakteristik Pribadi (TKP) adalah bagian tersulit yang dikerjakan. Sirman Djabir, salah satu peserta Tes SKD Kementerian PANRB mengatakan dirinya sangat kecewa karena nilai passing grade-nya gagal dengan selisih hanya satu poin di TKP

“Hanya kurang satu poin saja. Memang tesnya cukup sulit. Apalagi Tes Karakteristik Pribadi,” ujarnya, usai tes kemarin, Selasa (30/10).

Ada tiga passing grade yang ditentukan BKN, yakni TKP minimal 143, Tes Intelegensia Umum (TIU) minimal 80, dan Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) minimal 75

Sirman mengatakan, dirinya tidak menyangka jika TKP menjadi tes yang sulit pada tahun ini. “Saat kita mengerjakan TKP sangat susah, saya kira TWK dan TIU yang susah ternyata TKP,” ungkapnya.

Sama seperti Sirman, Suratman juga, mengatakan pasrah dengan hasil tes CAT yang baru dilaluinya. ” Saya tidak nyampe passing grade. TWK dan TIU yang saya kira susah ternyata lulus, tapi TKP jeblok,” ungkapnya.

Ia juga menilai, dengan sistem CAT ini sangat baik serta transparan jika dibandingkan dengan tes CPNS terdahulu yang masih manual menggunakan kertas

“Dengan menggunakan Sistem CAT, penyelenggaraan CPNS menjadi sangatlah ketat, dan sangat transparan. Nilai yang dihasilkan langsung dapat dilihat ketika peserta selesai ujian,” tambahnya

Sementar itu, Politisi muda Partai Amanat Nasional (PAN), Halsel, Sahril Samad, menyampaikan, bahwa target passing grade yang diberikan oleh pemerintah pusat nampaknya belum memenuhi kebutuhan peserta CPNS, olehnya itu pemerintah daerah setempat sesegera mungkin mengambil langkah untuk melakukan gebrakan guna memenuhi kouta yang telah disediakan,” Sudah dua hari ini, tidak ada yang lulus, kalaupun demikian, kouta kita akan hangus, nah ini akan merugikan daerah kita,” ujarnya

Dengan demikian kata dia, suda saat nya pemerintah mengambil langka tegas, melalui kepala daerah, berkomunikasi dengan pemerintah pusat untuk mengamankan kouta yang telah di sediakan.

“Dalam UU Otonomisasi, yang tidak diberikan kewenngan hanya beberapa item, Dintaranya keuangan, sementara untuk kouta CPNS bisa diambil alih oleh pemeritah daerah, nah ini yang harus di kejar, agar tidak rugi daerah kita dengan ketersediaan kouta tersebut,”terangnya. (IL)

loading...