Beranda DAERAH Warga Gotowasi Aksi Soal Tapal Batas

Warga Gotowasi Aksi Soal Tapal Batas

140
BERBAGI
Massa aksi

MABA – Ribuan Warga Desa Gotowasi Kecamatan Maba Selatan Kabupaten Halmahera Timur (Haltim), melakukan aksi damai di depan Kantor Bupati Haltim. Aksi yang mengatasnamakan Forum Kadi Gotowasi ini menolak putusan Pemkab Haltim atas penetapan Tapal Batas antara Desa Gotowasi Kecamatan Maba Selatan dengan Desa Soagimalaha Kecamatan Kota Maba.

Masa aksi menilai putusan penetapan tapal batas oleh tim penyelesaian tapal batas yang diketuai oleh Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Haltim Muh Din Mabud tersebut keliru dan mengabaikan kesepakatan awal sebagaiama telah disepakati ole kedua pemerintah desa sebelumya, Kamis (8/11).

Dalam kesempatan aksi itu Bahri Hatari, salah satu Orator aksi menyampaikan jika tapal batas tersebut awalnya telah dianggap selesai oleh kedua desa tersebut, sebab menurutnya kedua desa telah bersepakat bahkan kesepakatan tersebut telah diajukan ke Pemkab Haltim melalui perpanjangan tangan yakni Pemerintah Kecamatan yang disepakati oleh kedua Pemerintah Kecamatan yakni Kecamatan Kota Maba dan Kecamatan Maba Selatan dimana, tapal Batas antara Desa Gotowasi dengan Desa Soagimalaha adalah sebelah selatan hutan misomdi, sebelah utara pantai pajibayo, dan jalan ruas Maba – Gotowasi tarik lurus dari wilayah gilgelet yaitu antara kali seipo dan kali woiloh akan tetapi Pemkab Haltim melalui tim penyelesaian tapal batas memutuskan tapal batas tersebut tidak seperti yang diputuskan oleh kedua Desa itu.

“ Setahu Kami Warga, tapal batas kami tepatnya di pajibayo dan itu hak kami kami tak akan sedikitpun mundur jika batas kami bergeser sejingkal, Pajibayo harga mati Kami,” tegas bahri.

Masa aksi juga menilai keputusan yang diambil oleh tim tapal batas tidak lagi berkoordinasi dengan kedua desa tersebut akan tetapi tim hanya memenuhi ketentuan Undang undang Kemendagri tentang penyelesaian sengketa tapal batas.Sebab menurut masa aksi tapal batas Gotowasi-Soagimalaha adalah batas sebagaimana berdasarkan suwap raja (bekas kerajaan Kesultanan Tidore -red) oleh karena itu tim tapal batas jika memutuskan tapal batas setidaknya tidak bergeser dari nilai nilai adat dan swap Raja terebut.

Untuk itu melalui Orator aksi Hi. Arifin Samad dan Said Mustafa, Masa aksi meminta tim tapal batas agar segera mengeluarkan surat keputusan (SK) penetapan dan penegasan tapal batas antara Desa Hotowasi – Desa Soagimalaha yang sesuai dengan berita acara kesepakatan tertanggal 12 November 2009 yakni pesisir Pantai Paji bayo dan Hutan Misomdi. Apabilah tuntutan ini tidak di hiraukan maka masa akan melakukan demonstrasi lebih besar dan melakukan upaya hukum.

Sementara itu untuk di ketahui Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Haltim Badalan Uwat didampingi Camat Maba Selatan Muhtar Muhammad yang akan memberikan arahan dan penjelasan kepada masa aksi, namun ditolak massa aksi dan diusir oleh massa dari tempat aksi.

Aksi yang dimulai tepat pukul 10:20 Wit dan berakhir sekitar pukul 12:00 Wit dengan aman dan tertib. Masa juga tidak mau dimediasi melainkan harus bertemu dengan Plt Bupati Muh Din akan tetapi yang bersangkutan tidak berada di Tempat alias diluar Kota. Sementara itu Informasi yang kantongi wartawan, besok Jumat (9/11) massa aksi akan menggelar Jumat berjamaah di depan Kantor Bupati Haltim.(Rif)

loading...