Beranda DAERAH Perusahaan SMS FINANCE Kalah Lawan Karyawan Di Pengadilan Hubungan Industrial Pada Pengadilan...

Perusahaan SMS FINANCE Kalah Lawan Karyawan Di Pengadilan Hubungan Industrial Pada Pengadilan Negeri Ternate

774
BERBAGI
Foto bersama Yanto Yunus dan Klien

TERNATE – Perusahaan SMS FINANCE Ternate kalah melawan karyawan di Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri Ternate, hal tersebut terjadi karena Pengadilan Hubungan Industrial di Pengadilan Negeri Ternate telah memutuskan sengketa perselisihan pemutusan hubungan kerja antara karyawan atas Maryati Khatima Norma dengan perusahaan SMS FINANSE Ternate. Putusan dengan Nomor Perkara 6/Pdt.Sus-PHI/2018/PN.Tte telah dimenangkan oleh karyawan, Rabu (14/11)

Yanto Yunus, SH, selaku kuasa hukum Buruh/Karyawan kepada wartawan, ia menilai bahwa Perusahaan SMS FINANCE telah sengaja menerapkan perjanjian kemiteraan, dan tidak menganggap klien kami sebagai karyawan tetapi menganggap klien kami hanya sebagai mitra kerja, itu sebabnya perusahaan tidak memberikan uang pesangon, uang penghargaan masa kerja, dan uang penggantian hak, sebagaimana diatur dalam Pasal 156 Ayat (2), (3), dan (4) UU No.13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan ketika terjadi pemutusan hubungan kerja. Dengan alasan bahwa perusahaan SMS FINANCE tidak tunduk kepada UU Ketenagakerjaan, tapi tunduk kepada Pasal 1332 & Pasal 1338 KUHPerdata.

Atas argumentasi hukum yang dibangun oleh perusahaan ini, menurut pengacara muda dan juga sebagai aktivis buruh ini. Perusahaan telah sengaja membuat perjanjian kemitraan dengan alasan menghindar ketika tuntutan normatif buruh ketika di PHK,” Sebab tidak dibenarkan dalam hukum ketenagakerjaan Perusahaan menerapkan perjanjian kemitraan, yang dikenal dalam hukum ketenagakerjaan adalah karyawan tetap dan karyawan tidak tetap atau diistilahkan dengan Karyawan PKWT & PKWTT sebagaimana diatur dalam Pasal 59 dan Pasal 60 UU Ketenagakerjaan, oleh karena perjanjian kemitraan tidak dibenarkan dalam UU ketenagakerjaan maka menurut hukum sesuai Pasal 52 Ayat 3 maka perjanjian dimaksud adalah Batal demi hukum,” pungkas Bung YY sapaan Yanto Yunus.

Lanjut dia, bagaimana mungkin Perusahaan menerapkan perjanjian kemitraan, sebab jika ditelaah UU No 9 Tahun 1995 Tentang Usaha Kecil Pasal 1 angka (8) Kemitraan adalah “kerja sama usaha antara usaha kecil dengan usaha menengah atau dengan usaha besar,” Sementara klien kami tidak punya usaha baik berbentuk badan hukum PT, CV atau tidak berbadan hukum, bagaimana mungkin menerapkan perjanjian kemitraan, termasuk pula alasan perusahaan menerapkan perjanjian jemitraan dengan dalil Pasal 1332 dan 1338 KUHPerdata, jika ditelaah Pasal 1332 berbunyi “Hanya barang-barang yang dapat diperdagangkan saja yang dapat menjadi pokok perjanjian/persetujuan”. sehingga dikuatkan dengan Pasal 1338 KUHPerdata atau diistilahkan dengan mengikatnya suatu perjanjian Pacta Sunt Servanda. Berarti secara tidak langsung klien kami oleh perusahaan dianggap sebagai barang yang dapat diperdagangkan,” tuturnya.

Dia menambahkan, hal ini merupakan kekeliruan berpikir perusahaan dalam memahami hukum ketenagakerjaan secara utuh, dan hal tersebut merupakan penyimpangan hukum yang dilakukan oleh perusahaan dan alasan perusahaan tersebut adalah alasan yang sesat dan menyesatkan. Sebab kliennya diberikan pekerjaan sebagai kasir, diperintah oleh perusahaan, dan diberikan upah oleh Perusahaan maka menurut Pasal 1 angka 15 UU No. 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan klien kami statusnya adalah karyawan dan perusahaan harus tunduk kepada UU Ketenagakerjaan sebagai bagian dari Lex spesialis derogate Lex Generalis,” Oleh sebab itu kami mengajukan gugatan terhadap perusahaan SMS FINANCE Ternate agar hakim Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri Ternate dapat menilai apakah perjanjian kemitraan bisa diperlakukan atau tidak, namun setelah mendegarkan putusan hakim yang dibacakan tadi, gugatan kami dikabulkan, dan perusahaan SMS FINANCE Ternate dihukum untuk membayar segala hak-hak Klien kami sebagaimana disebutkan dalam amar putusan,” jelasnya.

Lanjut dia, termasuk pula memerintahkan kepada Perusahaan untuk segera mengembalikan Ijaza Asli milik Klien kami yang telah ditahan oleh Perusahaan SMS FINANCE,” Sekedar himbauan kepada Dinas Kenetagakerjaan Kota Ternate bahwa dengan dimenangkan gugatan ini, Dinas Ketenagakerjaan segera menyurat atau memerintahkan kepada Perusahaan untuk membatalkan semua perjanjian kemitraan yang telah diberlakukan di perusahaan SMS FINANSE, sebab hal tersebut tidak sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku,” tegas Pengacara muda ini. (to)

loading...